Sunday, May 26, 2013

Very glad for meeting you ^_^'



Feel to share my feeling this evening~
Aku bersyukur bertemu dia
Walaupun aku tahu dia bukannya sempurna
Daku jua bukan sempurna
Namun
Daku mampu menerima dia seadanya
Sepanjang 2 tahun setengah daku mengenalinya

Pada saat ini
Daku berasa bersyukur mengenalinya
Yang membuka kembali pintu hatiku
Menyukai seorang kaum Adam
Setelah pertama kali di'reject'
Setelah daku mengatakan rasa 
buat satu lembaga pada zaman silam ku dulu

Dia seorang bertimbang rasa
Walau kekadang 'lem' dalam menyedari
Dia seorang yang suka kerja
Walaupun kekadang merasakan dia suka mengarah
Dia yang baik hati
Walaupun kekadang menyakitkan hati
Dia yang suka bergurau
Walaupun kekadang guraunya tidak bertepi
Dia yang kekadang serius
Walaupun seriusnya kekadang menakutkan diri ini

Daku menerima dia seadanya
Pada sifatnya pada sikapnya
(Tapi, sikap awak mungkin boleh perbaiki lagi kut =P )
Daku menyukainya
Sejauh mana pun daku mengenali kelemahannya
Daku menghormatinya
Sejauh mana kelebihan yang dia ada

Dan yang paling penting
Daku melihat dan nampak
Dia sedang cuba perbaiki dirinya menjadi lebih baik
Mempersiapkan dirinya ke arah lelaki sejati
Sebelum melafazkan perkataan keramat

Maka, untuk diri daku
bersabarlah...bersabarlah
Andai dia yang terbaik buatmu, maka dialah
Setelah banyak petanda yg diberi-Nya olehmu
Mengapa percayamu semakin sirna

Sepatutnya percaya dirimu buatnya
Bahkan buat-Nya
Semakin hari semakin kuat
Semakin hari semakin teguh
Kerna cinta itu tiada apa-apa
tanpa percaya di dada

#perlengkapkan diri.. Gud Luck, Pro Exam II !!!

Saturday, May 25, 2013

Malam Perdana Siswa (Frenships is priceless)

                     


The best and colourful night ever... I love them... Please bring us to jannah, Ya Rabb...

Saat aku berduka
Mereka yang menemani
Bahkan menepuki
Tanda merasai kedukaan 
Yang daku rasa

Saat aku gembira
Mereka gembira bersama
Mereka ketawa bersama
Mereka tersenyum gembira

Begitu jua aku
Aku sedih apabila salah seorang dari mereka sedih
Aku tersenyum bahagia apabila kesemua mereka gembira

Ya Allah,
 Yang Mengikat Sang Hati
Ikatlah hati-hati kami
Hingga kami berjumpa kembali di syurga-Mu
Hingga kami sentiasa tenang
Dalam ukhuwah ini

Sesungguhnya
Aku mencintai mereka
Dan aku mahu jua
Dikau (Allah) mencintai mereka
Sentiasa

Haffi RaZa
8.30pm. 25/5/13

Sunday, May 5, 2013

Antara Dua

Bismillah.. Assalamualaikum w.b.t

Antara dua.. Tajuk post aku kali ini... (Tak ada kaitan dgn PRU hari ini ye ^_^' )

"Assalamualaikum." Aku mengukir senyuman. "Boleh saya duduk di sini?" Diri si kecil mulus itu mengangguk. Malu-malu. Mungkin memang sifatnya.

Seorang pelajar perempuan mendaki tangga. Pelajar yang berada dalam bas tadi. Rupanya sama kuliah. Budak Kelantan.

Saat itu, aku masih tidak tergambar hingga sampailah saat ini. Susah apabila perlu memilih antara dua. Dan, aku mengaku. Aku khilaf dalam menilai seorang yang bernama sahabat.

'Kalau cinta, pastinya ingin bersama ke syurga..' petikan dari Hilal.

Saat perlu memilih harus masuk ke kumpulan mana, aku berada di dalam persimpangan. Dia atau pun Dia. Dua-dua sahabatku. Dua-dua yang sentiasa berada di sisi ku. Dua-dua aku sayang. Dua-dua aku sedih apabila tidak mampu bersama. Telah 3 tahun bersama, tapi akhirnya aku perlu memilih, dia atau pun dia. Allahu Akbar! Susah. Kalau kumpulan kami boleh bergabung bersama, aku tidak kisah mana. Tapi, kumpulan kami berbeza, dari segi tempat apatah lagi posting..

Kekadang, aku rasa tidak adil. Diriku selalu dikorbankan untuk rakan-rakanku yang lain hingga mengorbankan bersama sahabat-sahabat rapatku. Namun, saat ini, aku telah mampu menerima.

Buat kamu yang sentiasa bersama sejak tahun 1, yang sebilik sejak tahun 1.. Aku minta maaf.. Aku khilaf dalam menilai caramu... Aku menyesal pernah menyimpan rasa yang tak selesa denganmu... Hakikatnya, aku yang mempunyai masalah dengan diriku sendiri. Maafkan aku sahabat.

Namun, sahabat... aku tahu dikau lagi berdikari berbanding sahabat ku yang si kecil mulus. Maka, walaupun saat ini, aku ingin bersamamu, namun, aku tahu, sahabat aku yang satu lagi memerlukan diriku. Walaupun sejauh mana hatiku akan merindui dirimu.. Yang rajin mengulang hafazan, bauan mu yang aku telah kenal sejak tahun 1, muka airmu yang telah aku kenal sejak tahun 1, bila kamu kecewa, bila kamu sedih, bila kamu gembira.. dan aku tahu, kamu mempunyai sesuatu yang bernilai dalam dirimu.. Sesuatu yang bernama Islam. Dirimu yang diselaputi kesufian, keinginan mendalami agama bahkan kedua orang tuamu yang mendalami agama. Dikau beruntung, sahabat. Moga kamu tegar dalam hidupmu.

Buat sahabatku si kecil mulus, aku tidak kisah berada dgn sesiapa..tapi, aku bimbangkan dirimu. Aku pastinya tidak akan selalu bersama di sisimu. Aku hanya berharap dikau mampu berdikari. Mampu mengorak langkah dengan keyakinan diri. Apatah lagi dengan kerajinan dirimu, pastinya dirimu berjaya. Tinggal, dirimu perlu menggilap keyakinanmu. Perlu menggilap kesensitifan mu dalam menyampaikan untuk menyedarkan kekawan kita yang lain. Aku tahu, hatimu tulus supaya kekawan kita yang lain boleh bersama ke syurga. Tapi, kata-kata yang merobek hati, pastinya tidak mampu membawa mereka. Penyampaian itu perlu follow up. Perlu bimbingan. Maka, saat kamu menyampaikan, bersama mengubah diri, maka, ajaklah kekawan lain dalam berubah jua.. Itulah dakwah sebenarnya. Mengikat hati. Dan pastinya, ia memerlukan masa bukan sekadar sehari....

Sahabat-sahabatku... Aku sayang kamu berdua.. Mungkin aku adalah manusia paling susah mengungkap kata sayang dan cinta.. namun saat aku mengungkap rasa itu, maka, sebenarnya aku memang telah mencintai mereka... Mencintai diri kamu berdua... yang menerima diriku seadanya..dan aku jua berusaha menerima dirimu seadanya...

Moga ukhuwah ini berpanjangan hingga ke syurga sana~

Wednesday, May 1, 2013

Peluang untuk kamu

Bismillahirrahmanirrahim...

Dalam berkawan, pelbagai perkara boleh berlaku. Mungkin kita boleh bergelak bersama dalam perkara keseronokan, tetapi dalam perkara serius, mengapakah kita tidak mampu untuk membantu meringankan bahkan perkara itu yang mengingatkan serta merapatkan diri kita kepda-Nya?

Maaf, saya amat mengagumi anugerah yang Allah beri kepada diri kamu, kawan. Akademikmu jauh lebih baik dari diriku, walaupun dirimu tak perlu berjaga malam untuk menelaah. Allah memberi anugerah itu buatmu.

Namun, mengapakah tak digunakan kelebihan itu dalam membawa dirimu menjadi lebih baik? bahkan mampu membantu kekawanmu yang lain. Bukankah itu yang lebih baik? Memberi pahala sebagai bekalan dalam hidup kamu kawan.

Kawan, aku tak kata diri aku lebih baik dari diri kamu. Aku ada cacat cela juga. Bukan maksum. Tapi, ini luahan hati aku. Aku kena bertungkus lumus dalam akademikku, jika tak, pastinya aku jatuh. Tapi, aku bersyukur, sekurang-kurangnya Allah membri cara aku mendapatkan pahala melalui aku usaha aku untuk cemerlang akademik.

Kawan, masamu.. gunakakn sebaiknya... Tanggungjawab yang diberikan, tolong laksanakan sesungguhnya.. moga tidak menyusahkan orang lain~

Tuesday, April 23, 2013

I'm Really Respect and Accept You The Way You Are


Assalamaualaikum w.b.t

The reason between ur choice,
The deepest one is only u and Allah know,
U can only show the 'appearance' reason to others,
And just keep calm and smile, 
How much they try to dig 'the deepest fake' reason from the 'appearance' reason u give them. 
As long as u not cross the border of Allah, 
U just see how they react and just respect their principle,
Without 'killing' your own principle.



This was the facebook status that I made last Sunday while I'm waiting my sister who were having the symposium about asthma of paediatrics. 

Why?
Because I'm not blaming him about what he said, but he also need to remember, everybody have their own principle, not only him. I also has my own principle, and why I need just to listen to his principle?

In my life, my principle had built through my own journey of life. What is the best for me and others.

In his life, the best deeds that he give to others, he believe Allah will give back to him in a great compliments.

I agreed with his principle, I respect his principle, but not meaning that, I'm gonna change my own principle.

My principle: As long I help myself, the good deeds to others will come along. Not meaning that I'm gonna to drop off all the good deeds to others, but in the situation, I need to choose. Which one is the best to me and also others. I'm believe with all the hardwork because Allah, no matter in academics or curriculum, if not crossing the border of syariatullah and sunnatullah, Allah will like it.

As the Prof Muhaya said: "Orang yang tiada apa-apa, tidak akan mampu memberi."

Allah give us the choice. And it's all depends on us how to choose it. I'm not doing the good deeds to get back what I'm losing, but I'm doing the good deeds because Allah like it. No matter anywhere or anytime He want to pay back to me, I'm not waiting for it. Because I know, I'm only His slave. A slave not asking for gift/pay from what he/she did, the slave only accept what his/her Employers give. 

Allah are not torturing me, that's the thing that I'm always try to remember to myself. Everything that happens in my life, I'm trying to take a deep breath, trying to calm, and thinking of positive side. 

How much the others not agreed with me, it is not really matter to me. The one that always make me crying is, when I'm feeling Allah don't like the way I'm acting/doing something. That's really borders me a lot.

To him, I know he try to give an advice to me. Thanks a lot. But, people always said: Men from Mars, Women from Venus. 

I'm not really sensitive person. I'm trying to be positive and sensitive about others feeling. Although I know you also want to take care my feeling, but the way you react, the way you message, is really not persuading me that you are advising me, but you are forcing me to take your principle.

However, thanks. That's all I can tell. Showing to me, you are really take care of me although the way is really not suited with me.

#It just feeling weird when the best friend keep silent without having conversation together.
#It just feeling awkward, when I just feeling only want to keep silent. And just about work, trying to be professional, only because of that, I'm starting to speak with you.
#It seemed weird when trying to go back to last moments, when we are still discussing and sharing our problem.

But, because of our own principle, we are kept silent to each other. And I'm just follow the way you want. 
Just... an advice to you: you can expressed your own principle, but you cannot forcing others to follow yours. Respect others' principle as long as their principle not cross Allah and Islam border.

#May Allah bless. "Saying: I'm really respect and accept you the way you are. Thanks a lot, pal" 
 


Sunday, April 14, 2013

The Sin Come again



Ku tak pantas di surga
Namun ku takut pada neraka
Aku hanya manusia penuh dosa
Tuntunlah dan bimbinglah
Di jalan ridhoMu
Beri aku kesempatan
Tuk menjadi yang lebih baik
Andaikan saja waktu
Dapat ku putar kembali
Aku ingin di dekatMu

Assalamualaikum w.b.t 

It just, when you are doing the same sin, it's been in the darkness forever ='(

The previous sin, I did it again.. Allahu Rabbi~ It's hard to take care the heart if the iman we does not take care it.

I want to stop that sin, Allah. Please help me. Please give the strength to me so that I am able to avoid from that sin. Please Allah~

Tidak ada paksaan dalam agama-Ku
Aku memberikan pilihan buat hamba-Ku
Disebabkan itu
Aku menciptakan manusia sebagai makhluk terbaik-Ku
Namun
Hanya sedikit dari hamba-Ku yang bersyukur
Sungguh ramai yang hanyut tidak mahu kembali kepada-Ku


Betapa susah apabila diri tidak berada dalam persekitaran saling mengingati. Hati tidak tenang. Minda terawang. Akhirnya, tidak memberi apa-apa manfaat kepada diri dan agama. Maka, berlonjak gembiralah syaitan durjana. Berjaya melalaikan seorang manusia, makhluk terbaik-Nya

Mengapa diri? Mengapa begini?
Dosa yang dulu, kau tagih kembali
Azam yang dulu yang mahu kau laksanakan
Akhirnya pudar dimamah masa
Dan dirimu jua yang rugi

Bina kembali, ingati kembali dirimu yang lupa
Rahmat Allah masih terbuka luas
Jangan dibiarkan dirimu dalam murka-Nya
Akhirnya menyesal tertimpa
Kerna tertangguh taubatnya
Untuk kembali pada-Nya

Kembali kepadanya selagi masih bernyawa, selagi diberi masa oleh-Nya. Keep going and moving to the right path.

 
       


Tuesday, April 9, 2013

Result: Fail vs 'A'

Bismillah... Assalamualaikum w.b.t

Mendapat keputusan mid sem exam hari itu, memang disangka-sangka oleh aku yang tak berapa rajin dalam study ni...hu3.. tapi alhamdulillah, moga ia memberi impak yg baik buat hidupku...

Namun, aku menilai diri aku...
saat mendapat keputusan yang kurang memuaskan
dengan saat mendapat keputusan yang menggembirakan
impaknya berbeza bagi diriku
Dan aku... tidak tahu mengapa

Aku masih ingin perasaan gembira belajar sesuatu pelajaran itu
Tapi rasa itu hanya aku rasa selepas keputusan exam final sem 1 hari itu
Aku tak tahu kenapa
Mungkin kerana perasaan pasrah yang aku ada
perasaan berserah segalanya kepada Allah di samping berusaha

Namun, selepas mendapat result yg baik
Rasa belajar itu hilang
Hilang dibawa bayu yang jauh dari aku hingga kehilangan
Aku rindukan rasa itu
Rasa yang sentiasa ingin belajar
Kerana aku sedar aku banyak yg tidak tahu

Allah, aku ingin ikhlas belajar kerana-Mu
Aku ingin gembira mencintai ilmu yang aku pelajari
Hadirkan perasaan cinta itu buatku
Agar aku tidak hanyut dibawa oleh cinta dunia
Yang sedikit-sedikit melalaikan diriku
Tanpa aku sedari atau sedari
Tanpa aku tahu untuk menolaknya

Dan aku takut akan pada waktu lalainya aku itu
Engkau menarik nyawaku
Lalu mencampakkan daku ke neraka-Mu

Jauhkanlah daku dari neraka-Mu~